JAKARTA, 22 November – Delegasi Pondok Pesantren Syaichona Mohammad Cholil, Bangkalan, mengambil peran strategis dalam Musyawarah Nasional (Munas) XI Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang digelar di Mercure Convention Ancol, Jakarta. Dalam forum tertinggi ulama tersebut, utusan Ponpes Syaichona Cholil, Zainal Arifin, secara tegas mendorong MUI untuk memprioritaskan literasi keuangan syariah di lingkungan pesantren.
Dalam sidang komisi bidang program, Zainal Arifin menyoroti pentingnya menyiapkan santri sebagai garda terdepan ekonomi syariah masa depan. Ia menekankan perlunya sinergi konkret antara MUI dan pesantren.
“Bagaimana MUI melalui Dewan Syariah Nasional (DSN) bisa memperkuat literasi masyarakat pesantren dalam hal keuangan syariah,” ujar Zainal.
Menurutnya, usulan ini krusial untuk menumbuhkan ekosistem ekonomi syariah yang berkelanjutan di Indonesia. “Kita tahu bahwa Dewan Syariah Nasional memiliki standar dalam hal ini. Oleh karenanya, kita berharap MUI bisa mempersiapkan generasi pelaku ekonomi syariah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi syariah di era yang akan datang,” tambahnya.
Apresiasi untuk Pesantren Berusia Satu Abad
Selain berkontribusi dalam perumusan program, momen istimewa terjadi ketika utusan Ponpes Syaichona Mohammad Cholil menerima kehormatan mewakili unsur pesantren dalam sesi penyerahan buku. Zainal Arifin menerima langsung buku berjudul “Free Palestine: Solution to the Humanitarian Crisis in the Land of the Prophets” dari penulisnya.
Penyerahan ini merupakan simbolisasi apresiasi terhadap 30 pesantren yang diundang secara khusus dalam Munas XI MUI. Adapun 30 pesantren tersebut dipilih berdasarkan kriteria historis yang kuat, yakni institusi pendidikan Islam yang telah berdiri dan berkiprah lebih dari satu abad (100 tahun), termasuk Ponpes Syaichona Mohammad Cholil yang didirikan oleh Syaikhona Kholil Bangkalan, guru para ulama nusantara.
Isu Strategis Munas XI MUI
Munas XI MUI kali ini mengangkat tema besar “Meneguhkan Peran Ulama Untuk Mewujudkan Kedaulatan Bangsa dan Kesejahteraan Rakyat”. Forum ini membahas isu-isu vital mulai dari ketahanan pangan, kedaulatan energi, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), hingga penguatan industri halal menuju Indonesia Emas 2045.
Kegiatan ini dihadiri oleh 402 peserta yang terdiri dari Dewan Pimpinan MUI, perwakilan MUI Provinsi se-Indonesia, Ormas Islam, Perguruan Tinggi Islam, dan Pondok Pesantren. Turut hadir sejumlah tokoh nasional, antara lain Menteri Pertanian Amran Sulaiman, CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani, Direktur Eksekutif KNEKS K.H. Sholahudin Al Aiyub, serta Menteri Haji dan Umrah K.H. Muhammad Irfan Yusuf.
Melalui partisipasi aktif ini, Ponpes Syaichona Mohammad Cholil menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menjaga tradisi keilmuan klasik (turats), tetapi juga merespons tantangan kontemporer seperti kemandirian ekonomi umat.
Tentang Ponpes Syaichona Mohammad Cholil:
Pondok Pesantren Syaichona Mohammad Cholil adalah salah satu pesantren tertua dan paling berpengaruh di Indonesia yang berlokasi di Bangkalan, Madura. Didirikan oleh Syaikhona Kholil, pesantren ini telah melahirkan banyak ulama besar dan tokoh nasional yang berkontribusi bagi kemerdekaan dan pembangunan bangsa.
Publikasi: Abdussalam
