Selasa (13/1/2026) – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh santri Pondok Pesantren Syaichona Mohammad Cholil. Salah satu santrinya, M. Nawawi, berhasil meraih Juara III Kategori Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) pada Even Musabaqoh Hifdail Qur’an (MHQ) Se-ASEAN yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Banyuanyar, Pamekasan, Madura
Ajang MHQ Se-ASEAN tersebut diikuti oleh para qari terbaik dari berbagai lembaga pendidikan Islam dan pesantren, baik dari dalam negeri maupun sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara. Kompetisi ini menjadi ajang bergengsi dalam syiar Al-Qur’an sekaligus sarana mempererat ukhuwah Islamiyah antarbangsa.
Dalam perlombaan tersebut, Imam Nawawi tampil optimal dengan membawakan bacaan Al-Qur’an yang tartil, fasih, dan penuh penghayatan. Dewan juri menilai para peserta berdasarkan aspek tajwid, fashahah, lagu, serta adab tilawah, sehingga mengantarkan santri Pondok Pesantren Syaichona Mohammad Cholil tersebut meraih peringkat ketiga terbaik.
Keberhasilan ini disambut dengan rasa syukur dan kebanggaan oleh keluarga besar serta jajaran pengurus Pondok Pesantren Syaichona Mohammad Cholil. Prestasi tersebut dinilai sebagai buah dari latihan yang istiqamah, kedisiplinan santri, serta doa dan bimbingan para kiai dan asatidz.
Ketua Lajnah Ta’limiyah wa Tahfidz Al-Qur’an, Alvin Ghufron, menyampaikan apresiasinya atas capaian tersebut sekaligus menegaskan komitmen untuk terus melakukan pembinaan berkelanjutan.
“Kami selaku senior tentu sangat bangga atas prestasi ini. Namun kami tidak berhenti di sini. Ke depan, kami akan mempersiapkan anak didik kami untuk mengikuti perlombaan-perlombaan selanjutnya dengan target meraih juara pertama,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pihaknya akan lebih fokus dalam melakukan persiapan yang matang dan terarah agar hasil yang dicapai ke depan dapat lebih maksimal.
Capaian ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para santri lainnya untuk terus mengembangkan potensi, khususnya dalam bidang Al-Qur’an, serta membawa nama baik pesantren dan bangsa Indonesia di kancah internasional.
Reporter: Abdus Salam
