Bangkalan, Syaichona.net – Semangat kompetisi dan kecintaan terhadap kitab kuning kembali berhasil dibangkitkan melalui Musabaqoh Antar Pengguna Al-Miftah Daerah (MUNADA) Ke-IV. Ajang tahunan yang digelar oleh Pengurus Metode al-Miftah Lil Ulum (MIFDA) Cabang Bangkalan ini berlangsung meriah di Pondok Pesantren Sirrul Cholil Geger, Bangkalan, pada Minggu (26/10/24).
MUNADA tidak sekadar perlombaan, tetapi menjadi wadah strategis untuk meningkatkan motivasi dan menggali potensi santri pengguna Metode Al-Miftah. Pada penyelenggaraan ke-IV ini, antusiasme peserta terlihat dengan keikutsertaan kurang lebih 200 lembaga dari berbagai daerah.
Di tengah persaingan yang ketat, Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil berhasil mencatatkan prestasi gemilang dengan menyabet gelar Juara Umum. Gelar ini semakin dikukuhkan dengan torehan sejumlah juara dari berbagai cabang lomba:
· Juara 1 Cerdas Cermat: Tim yang terdiri dari Abdul Hamid, Jalaluddin, dan Riyan Hadi.
· Juara 1 Baca Kitab Tingkat Takhossus: Fakri al Ghozali.
· Juara 2 Baca Kitab Tingkat Al-Miftah: Syarif Hidayatullah.
· Juara 2 Susun Kata: Ahmad Muzaqqi.
Ustad Salman, M.Pd., Pembina Al-Miftah Pondok Pesantren Syaichona Cholil, dalam wawancara eksklusif menyampaikan rasa syukur yang mendalam. “Kunci kesuksesan ini sepenuhnya terletak pada dedikasi luar biasa dari para guru Al-Miftah yang dengan tulus meluangkan waktu, energi, dan ilmunya untuk membimbing para santri,” ungkapnya dengan penuh apresiasi.
Lebih dari sekadar penghargaan, Ustad Salman menekankan makna yang lebih dalam dari gelar Juara Umum ini. “Gelar ini justru menjadi tanggung jawab moral bagi kami untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas. Ini adalah awal, bukan final destination. Target kami ke depan adalah konsistensi dan peningkatan yang berkelanjutan,” tegasnya.
Beliau juga menyampaikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggara. “MUNADA telah menjadi engine penggerak yang efektif untuk memacu peningkatan kualitas pendidikan. Semoga sinergi positif antara MIFDA dan lembaga pendidikan terus terjalin dengan baik.”
Pencapaian spektakuler ini tidak hanya meneguhkan posisi Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil sebagai salah satu lembaga pendidikan unggulan, tetapi juga menjadi inspirasi bagi pesantren-pesantren lainnya dalam mempertahankan khazanah keilmuan Islam melalui metode Al-Miftah.
Reporter: Abdussalam
