G
N
I
D
A
O
L

Syaikhona Kholil Bangkalan Resmi Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional, Puncak Pengakuan bagi “Guru Para Pahlawan”

JAKARTA – Tokoh ulama kharismatik asal Madura, Syaikhona Mohammad Kholil Bangkalan (Mbah Kholil), secara resmi dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Prabowo Subianto. Penganugerahan ini dilangsungkan dalam upacara khidmat di Istana Negara, Jakarta, bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan, Senin (10/11/2025).

Penganugerahan ini menjadi momen bersejarah yang mengukuhkan pengakuan negara atas jasa besar Mbah Kholil dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Penetapan Syaikhona Kholil, yang tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 116/TK/Tahun 2025, merupakan pengakuan atas peran sentral beliau sebagai “Guru Para Pahlawan”. Beliau dikenal luas sebagai mahaguru yang mendidik dan membina tokoh-tokoh besar pendiri bangsa yang telah lebih dulu diakui sebagai Pahlawan Nasional.

Di antara murid-murid beliau adalah para pendiri Nahdlatul Ulama (NU), seperti Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari, KH Wahab Hasbullah, dan KH As’ad Syamsul Arifin.

Berbeda dengan pahlawan yang berjuang di medan perang fisik, perjuangan Syaikhona Kholil adalah perjuangan ideologis dan spiritual. Beliau diakui sebagai arsitek yang membangun fondasi intelektual dan spiritual bagi para pejuang kemerdekaan. Melalui pesantrennya di Bangkalan, Mbah Kholil menanamkan jiwa nasionalisme, patriotisme, dan semangat anti-penjajahan yang mengakar kuat kepada ribuan santrinya.

Murid-murid inilah yang kemudian menyebarkan gagasan perlawanan dan cinta tanah air ke seluruh penjuru Nusantara, menjadikan pesantren Mbah Kholil sebagai kawah candradimuka bagi para pejuang kemerdekaan.

Penganugerahan gelar ini sekaligus menjadi puncak dari perjuangan panjang yang diusulkan oleh berbagai elemen masyarakat “dari bawah”. Selama bertahun-tahun, usulan ini didorong oleh kalangan pesantren, tokoh masyarakat, akademisi, dan didukung penuh oleh Pemerintah Kabupaten Bangkalan serta masyarakat Madura.

Bagi masyarakat Bangkalan dan Madura, penetapan ini disambut dengan rasa syukur dan kebanggaan kolektif yang mendalam.

“Ini adalah kebanggaan besar bagi kami selaku dzurriyah (keturunan) dan bagi seluruh masyarakat Madura. Pengakuan negara ini kami syukuri sebagai bukti bahwa perjuangan ‘senyap’ beliau melalui pendidikan akhirnya diakui secara formal,” ujar H. Mohammad Nasih Aschal (Ra Nasih), salah satu cicit Syaikhona Kholil, dalam keterangannya kepada media.

Dalam upacara penganugerahan di Istana Negara, Syaikhona Kholil dianugerahi gelar Pahlawan Nasional bersama sembilan tokoh lainnya, termasuk Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), yang jasanya juga dinilai luar biasa bagi bangsa dan negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *