Senin (27/10/25), Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) meninjau kondisi bangunan Pesantren Syaichona Moh. Cholil Bangkalan, Jawa Timur, sebagai bagian dari pemeriksaan menyeluruh terhadap bangunan pesantren di Indonesia.
Peninjauan ini merupakan amanat dari Bupati dan Wakil Bupati Bangkalan, Bapak Lukman dan Bapak Fauzan, untuk memastikan keandalan kualitas bangunan. Peninjauan ini ditujukan pada bangunan yang sudah ada maupun yang tengah dalam proses pembangunan.
Langkah ini diambil untuk mengantisipasi terjadinya musibah seperti yang menimpa Pesantren Al-Khoziny Sidoarjo, yang menyebabkan jatuhnya puluhan korban jiwa akibat ambruknya bangunan musala.
Di Pesantren Syaichona Moh. Cholil, peninjauan dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP), Bapak M. Faisol, Kepala Bidang Tata Bangunan, Bapak Nur Fauzi, dan perwakilan dari Kemenag, Bapak M. Wafi.
Pibak DPRKP juga meninjau angunan baru yang saat ini masih dalam proses penyelesaian, rencananya bangunan ini akan dijadikan daerah A, B, C dan dapur khusus para santri.
“Alhamdulillah, dari hasil peninjauan sementara, kami melihat bahwa perencanaan bangunan di Pesantren Syaichona Moh. Cholil sudah cukup baik,” tutur Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP), Bapak M. Faisol.
Pada sisi konstruksi di lapangan, tim menemukan kebutuhan akan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Atas temuan tersebut, rekomendasi langsung disampaikan kepada para pengurus pesantren yang mendampingi.
“Ada beberapa alat yang perlu dilengkapi, seperti Alat Pemadam Api Ringan (APAR) untuk antisipasi jika terjadi kebakaran kecil, sehingga tidak meluas dan tidak harus menunggu pemadam kebakaran tiba,” tegas Bapak M. Faisol.
Pihak Pesantren Syaichona Moh. Cholil menyambut baik peninjauan yang dilakukan oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP).
Ustad Hafsin, M.Pd., selaku ketua dua Pesantren Syaichona Moh. Cholil, menyampaikan bahwa pihaknya menunggu hasil lengkap rekomendasi dari audit tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih karena telah meluangkan waktu untuk meninjau bangunan yang ada di pesantren ini. Kami meminta arahan dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) apabila ada bangunan yang kurang layak atau kurang baik agar disampaikan kepada kami, karena jika dilihat dari sisi ilmu, kami tidak memiliki keahlian tersebut, tetapi secara praktik kami sudah berusaha melakukannya dengan baik,” tutur Ustad Hafsin, M.Pd.
Turut mendampingi dalam proses peninjauan ini pengurus pesantren, di antaranya Ustad Hafsin, M.Pd., Ustad Funas Sulkiram, S.Pd., Ustad Abdul Halim, M.Pd., serta Bapak Khotib selaku arsitek yang dipercaya dalam pembangunan daerah A, B, C, dan dapur santri.
Reporter: Abdussalam
