BANGKALAN – Baru dua hari resmi dilantik, Kapolres Bangkalan AKBP Wibowo langsung melakukan langkah strategis dengan merapat ke pusat pengaruh kultural masyarakat Madura. Pada Kamis (15/01/2026), AKBP Wibowo beserta jajaran menyambangi Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil, sebuah institusi yang memiliki kekuatan elektoral dan sosial yang besar di Kabupaten Bangkalan.
Kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi biasa, melainkan sebuah sinyal kuat bahwa kepolisian menyadari peran vital tokoh pesantren dalam menjaga kondusivitas wilayah. Rombongan Kapolres disambut hangat secara langsung oleh dua tokoh sentral pesantren, yakni Pengasuh Pesantren RKH. Fakhruddin Aschal dan Ketua Umum Pesantren RKH. Nasih Aschal.
Perkuat Legitimasi Lewat Restu Ulama
Langkah AKBP Wibowo mendatangi kediaman para Kiai ini dinilai sebagai upaya memperkuat hubungan elektoral dan sosial. Mengingat karakteristik sosiologis masyarakat Bangkalan yang sangat paternalistik dan taat pada ulama, dukungan dari keluarga besar Syaichona Moh. Cholil dianggap sebagai “kunci inggris” untuk menyelesaikan berbagai persoalan pelik di masyarakat.
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban tersebut, AKBP Wibowo secara terbuka meminta saran dan petuah mengenai strategi mewujudkan Bangkalan yang aman, serta penanganan peredaran narkoba yang kian meresahkan.
“Mohon doa dan barokah Kiyai agar tugas-tugas kami di kepolisian bisa kami laksanakan dengan penuh amanah dan tanggung jawab,” ujar AKBP Wibowo dengan takzim, mengakui bahwa pendekatan hukum semata tidak cukup tanpa dukungan moral para ulama.

Sinergi Umaro dan Ulama: Kunci Berantas Narkoba
Menanggapi kunjungan tersebut, Ketua Umum Pesantren, RKH. Nasih Aschal, menegaskan bahwa stabilitas keamanan tidak bisa dicapai sendirian oleh aparat. Ia menggarisbawahi pentingnya pelibatan tokoh agama yang memiliki basis massa riil di akar rumput.
“Kami keluarga besar Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil merasa terhormat atas kunjungan Bapak Kapolres. Tentu hal ini menjadi langkah penting untuk mewujudkan Bangkalan yang kondusif dan sejahtera dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat, utamanya sinergitas antara Umaro dan Ulama,” tegas RKH. Nasih Aschal.
Pernyataan ini mengukuhkan posisi pesantren sebagai mitra strategis Polri dalam menekan angka kriminalitas dan narkoba melalui pendekatan kultural dan religius.
Doa untuk Keamanan Bangkalan
Di penghujung pertemuan, suasana menjadi khidmat ketika Pengasuh Pesantren, RKH. Fakhruddin Aschal, memanjatkan doa khusus untuk kepemimpinan baru di Polres Bangkalan. Restu spiritual ini diharapkan menjadi energi tambahan bagi kepolisian dalam mengayomi masyarakat menuju Bangkalan yang Madani.
“Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi dan memberikan pertolongan kepada Bapak dan jajarannya dalam menjalankan tugas. Amin,” pungkas RKH. Fakhruddin Aschal menutup pertemuan tersebut.
Kunjungan ini menjadi tonggak awal kepemimpinan AKBP Wibowo, yang memilih jalan kolaborasi dengan kekuatan pesantren sebagai fondasi utama menjaga keamanan di Bumi Dzikir dan Sholawat.
Penulis: Zainal Arifin, M.Pd
Publikasi: Abdus Salam
